Apakah kamu pernah mengalami daging gusi lepas saat sedang sikat gigi? Hal tersebut tentu saja akan membuat panik sesaat. Sebenarnya daging gusi lepas apakah bahaya? Karena kita ketahui bersama bahwa mulut adalah bagian utama dari kesehatan tubuh, jadi masalah sekecil apapun pada gusi, tidak bisa kita anggap sepele karena hal ini bisa menjadi sinyal bagi tubuh kita apakah ada masalah infeksi atau peradangan yang sedang kita alami.
Banyak orang menganggap sepele tentang gusi dan yang paling didambakan adalah warna gigi yang putih. Padahal gusi juga bagian yang sangat penting karena menjadi fondasi atau penyokong utama supaya gigi berada pada posisi yang benar. Nah, apabila jaringan gusi bermasalah seperti daging yang lepas itu menandakan bahwa ada bagian pondasi pada gigi yang sedang mengalami masalah. Jika tidak diatasi segera dan penangan professional maka akan menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, pendarahan, bahwa resiko gigi yang hilang secara permanen.
Oleh karena itu disini Opal Dental mengajak kalian semua untuk memahami serta mencari tahu daging gusi lepas apakah bahaya atau tidak. Jadi sebenarnya jawabannya akan kembali pada dirimu, sedangkan menurut medis apabila ada jaringan gusi yang lepas itu menandakan bahwa ada penyakit gusi tahap lanjut atau trauma fisik pada jaringan lunak mulut yang memang butuh penanganan medis secara professional.
Daging Gusi Lepas Apakah Bahaya? Ini Penyebabnya!
Saat kita bicara soal kesehatan mulut, gusi yang sehat seharusnya berwarna merah muda kencang dan melekat erat pada tulang gigi. Tetapi juga ada seseorang mengalami pertumbuhan jaringan gusi secara berlebihan seperti daging tambahan. Kondisi daging tumbuh di gusi ini sering kali rapuh dan mudah sekali terlepas jika terkena gesekan sikat gigi atau makanan yang keras.
Penyebab utama dari lepasnya jaringan gusi biasanya berkaitan dengan Gingivitis (radang gusi) atau Periodontitis. Pada tahap Periodontitis, bakteri telah merusak jaringan ikat dan tulang penyokong gigi. Akibatnya, gusi bisa mengalami degradasi atau dalam beberapa kasus, bagian jaringan yang sudah mati (necrotic) akan terlepas dengan sendirinya. Selain infeksi, perubahan hormon pada ibu hamil juga sering menyebabkan munculnya granuloma piogenik, yang sering disalahartikan sebagai daging gusi yang lepas.
Bahaya Daging Gusi Lepas
Mengapa masalah seperti ini sangat diwaspadai oleh para dokter gigi? Bahaya paling utama dan sering terjadi adalah infeksi sistemik. Ketika daging gusi lepas, akan terbentuk luka terbuka di area mulut. Mulut adalah rumah bagi jutaan bakteri. Luka tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri untuk masuk ke aliran darah. Hal ini tidak hanya menyebabkan bengkak dan nanah di area gusi (abses), tetapi juga bisa menyebabkan komplikasi pada organ lain seperti jantung atau paru-paru.
Bahaya kedua adalah kehilangan tulang alveolar. Gusi yang rusak dan lepas seringkali disertai dengan pengeroposan tulang di bawahnya. Jika tulang ini hilang, gigi tidak lagi memiliki pegangan. Akibatnya, gigi akan mulai goyang dan akhirnya copot meskipun gigi tersebut tidak berlubang sama sekali.
Cara Mengatasi Daging Gusi Lepas
Jika kamu mengalami kasus seperti ini, langkah pertama adalah jangan pernah menarik sisa jaringan yang masih menempel dengan tangan atau alat yang tidak steril. Hal ini hanya akan memperparah kondisi bahkan bisa menjadi penyebab perdarahan dan meningkatkan risiko infeksi. Kamu bisa melakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional agar mendapatkan hasil yang terbaik. Untuk kamu yang sedang mencari pengobatan spesialis tentang daging gusi yang lepas yang menggunakan teknologi modern, kamu bisa mengunjungi Opal Dental Indonesia untuk mendapatkan hasil check up yang akurat dan penanganan yang minim rasa sakit.
Penanganan biasanya diawali dengan proses scaling dan root planing untuk membersihkan karang gigi yang menjadi sarang bakteri. Jika jaringan yang lepas sudah cukup parah, dokter mungkin akan menyarankan prosedur bedah gusi atau cangkok jaringan gusi untuk mengembalikan fungsi penyokong gigi seperti semula.
4 Gejala Daging Gusi Yang Lepas Yang Perlu Kamu Waspadai
Daging gusi yang lepas akan bahaya jika disertai dengan gejala lain seperti berikut ini:
- Bau mulut yang sangat menyengat dan tidak hilang meski sudah sikat gigi.
- Gusi sering berdarah secara spontan (tanpa pemicu).
- Rasa logam di dalam mulut.
- Gigi terasa lebih panjang karena gusi yang turun (recession).
Jika gejala di atas muncul bersamaan dengan lepasnya jaringan gusi, maka tingkat bahayanya masuk dalam kategori tinggi dan memerlukan tindakan darurat medis.
Tips Agar Gusi Tetap Sehat
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Kunci utama agar memiliki gusi yang sehat adalah membersihkan mulut secara konsisten. Menggunakan dental floss (benang gigi) juga sangat disarankan karena hanya dengan sikat gigi biasa seringkali tidak mampu menjangkau bagian gusi tempat bakteri berkembang biak. Selain itu, kurangi konsumsi makanan yang terlalu manis dan lengket yang bisa memicu pembentukan plak dengan cepat.
Pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali bukan hanya formalitas. Dokter gigi dapat mendeteksi adanya peradangan kecil sebelum berkembang menjadi jaringan daging yang lepas. Deteksi dini adalah investasi di masa depan.
Kesimpulan
Pada umumnya, kesehatan gusi adalah cerminan dari kesehatan tubuh secara umum. Jangan pernah menyepelekan perubahan tekstur pada mulutmu. Jika Anda masih bertanya-tanya mengenai kondisi daging gusi lepas apakah bahaya, ingatlah bahwa jaringan tubuh yang terlepas secara tidak wajar adalah alarm dari tubuh bahwa ada sesuatu yang salah. Segera lakukan tindakan medis agar infeksi tidak menyebar dan senyummu tetap terjaga dengan indah. Pastikan kamu hanya mempercayakan kesehatan mulut kepada ahli dan berpengalaman.